HI Duren3Pancoran news - hari Jum’at lalu, tepatnya tanggal 5 Maret 2010, ada tiga agenda penting yang dilakukan di LSBD Hikmatul Iman ranting Veledrome. Pertama, latihan gabungan untuk mengaktifkan kelenjar pituitary dengan gelombang Defib yang sudah disediakan oleh Kang Dicky. Kedua, pengukuhan susulan bagi anggota LSBD-HI di Jabodetabek. Ketiga, pertemuan anggota LSBD-HI di Jabodetabek Dasar 4 ke atas untuk membahas rencana mengaktifkan kembali para Dasar 4 ke atas dan ranting-ranting latihan di Jabodetabek.
Latihan gabungan dibuka oleh kang Aliman (WasDal) yang memimpin pemanasan. Kemudian kang Dicky memperdengarkan gelombang Defib yang diputar selama beberapa kali melalui speaker yang dipasang di lapangan. Pituitary adalah kelenjar yang terletak di bagian tengah kepala (lihat gambar) dan secara medis berfungsi sebagai induk dari semua kelenjar yang dimiliki tubuh manusia, menghasilkan hormon pertumbuhan, serta beberapa hormon lain yang mengatur fungsi kelenjar tiroid, adrenal, dan gonad (untuk keterangan lebih lanjut mengenai pituitary, liat link berikut ini: http://pituitaryjkt.wordpress.com/pituitary-info/). Selain itu, menurut kang Dicky, kelenjar pituitary juga berfungsi sebagai “antena” yang menghubungkan antara dunia kita dengan dunia-dunia (dalam dimensi) lainnya. Oleh karena itu, mengaktifkan kelenjar pituitary dapat meningkatkan kemampuan mata batin kita.
Terus Latihan dan Mencatat Perkembangan
Agar lebih fokus mendengarkan gelombang defib, mata dapat dipejamkan. Gelombang defib tersebut masuk melalui telinga dan menembus ke kepala menuju pituitary. “Pusing dan mual-mual adalah gejala yang normal ketika mendengarkan gelombang defib. Biarkan saja.”, begitu pemberitahuan kang Dicky agar kami tidak kaget. Setelah mendengarkan gelombang defib selama tiga kali, kami langsung melatih mata batin kami dengan menggunakan kartu remi sebagai alat bantu.
Instruksinya sangat sederhana. Kami diminta untuk merasakan pantulan dari kartu yang diletakkan terbalik, apakah berwarna merah atau hitam. Pantulan warna merah dan hitam berbeda. Dan untuk mengetahui perbedaannya adalah lewat latihan yang terus-menerus. “Nanti akan terasa perbedaannya lewat latihan”, ujar kang Dicky menegaskan pentingnya latihan, latihan dan latihan. Kang Dicky juga menambahkan pentingnya mencatat setiap perkembangan yang terjadi ketika latihan. “Bila terlihat gambar, ikuti. Catat kejadiannya, kapan dan apa yang terjadi.”
Ayo, Mengaktifkan Kembali LSBD-HI di Jabodetabek
Agenda ketiga yang tidak kalah penting adalah gerakan mengaktifkan kembali LSBD-HI Jabodetabek yang sempat vakum selama beberapa tahun. Malam itu, kami gunakan juga untuk mengumpulkan kembali aspel dan anggota LSBD-HI di Jabodetabek. Pak Ramzis selaku pengurus ranting Veledrome juga berbagi cerita mengenai pergantian kepengurusan di Veledrome dan rencana mengembangkan LSBD-HI di Jabodetabek yang tentunya membutuhkan dukungan dari semua anggota. Untuk mengaktifkan kembali para dasar 4 ke atas yang menjadi ujung tombak kepelatihan di Jabodetabek, ditunjuk Kang Luthfi sebagai korlap yang akan mengkoordinasikan latihan bagi para Dasar 4 ke atas di Jabodetabek. Semoga langkah kecil ini mampu menghidupkan kembali LSBD-HI di Jabodetabek!