<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asclepius Health</title>
	<atom:link href="http://asclepius.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asclepius.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Mar 2010 01:41:43 +0000</lastBuildDate>
	
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>tanggung jawab kita sebagai orang berilmu</title>
		<link>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/tanggung-jawab-kita-sebagai-orang-berilmu.html</link>
		<comments>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/tanggung-jawab-kita-sebagai-orang-berilmu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 02:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmatul Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asclepius.web.id/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[HI Duren3Pancoran news &#8211; Pengukuhan bukan sekedar ajang melatih fisik dan mental melintasi padepokan melewati pos-pos di tengah malam buta yang dilanjutkan dengan latihan sampai pagi. Jikapun ya, latihan yang dijalani peserta malam itu masih sebagian kecil dari porsi latihan yang seharusnya bisa dilakukan.

Namun demikian, pengukuhan tetap ajang yang seru bagi semua peserta, terutama pra-dasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HI Duren3Pancoran news</strong> &#8211; Pengukuhan bukan sekedar ajang melatih fisik dan mental melintasi padepokan melewati pos-pos di tengah malam buta yang dilanjutkan dengan latihan sampai pagi. Jikapun ya, latihan yang dijalani peserta malam itu masih sebagian kecil dari porsi latihan yang seharusnya bisa dilakukan.<br />
<span id="more-34"></span><br />
Namun demikian, pengukuhan tetap ajang yang seru bagi semua peserta, terutama pra-dasar yang baru pertama kalinya mengikuti pengukuhan. Meski terguyur hujan sejak sore hari, terseok-seok, tergelincir, bahkan terperosok di medan yang licin, pengukuhan punya arti dan kesan yang mendalam.</p>
<p>Pengukuhan adalah tanda sah seseorang telah naik tingkat. Dan khusus buat peserta pra-dasar, menjadi tonggak pertama kalinya memakai seragam biru. Kaos putih latihan yang sudah berubah menjadi coklat berlumuran tanah dan lumpur seolah menjadi penanda peristiwa bersejarah ini. Momen ini adalah momen yang ditunggu-tunggu bagi peserta pra-dasar. Misalnya bagi Fachrul, yang bergabung di LSBD-HI sejak tahun 2000 di Manado. &#8220;Di Manado tidak ada UKT, teh. Terlalu jauh bagi Pengurus Pusat untuk mengadakan UKT. Namun, alhamdulillah kami sempat dikunjungi KD. Pesan KD waktu itu, latihan saja terus dan amalkan ilmunya.&#8221;</p>
<p>Pin dan seragam biru memang menjadi simbol dari puncak perjuangan mereka malam itu dan perjuangan sebelumnya untuk rajin latihan dan mengikuti ujian. Salah satu peserta, Toni, ketika ditanya perasaannya melewati medan pengukuhan menjawab, &#8220;Capek sih.. tapi capeknya hilang dan tidak terasa begitu melihat pin.&#8221;</p>
<!-- AdSense Now! Redux V1.80 -->
<!-- Post[count: 2] -->
<div class="adsense adsense-midtext" style="text-align:center;margin: 12px;"><!-- Begin: http://adsensecamp.com/ -->
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=vxt7aSGxBy4%3D&cid=1mKE6FR8OXo%3D&chan=ELngo8X9gc0%3D&type=5&title=800040&text=000000&background=FFFFFF&border=FFFFFF&url=0000FF" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></div><p>Namun demikian, pin dan seragam biru bukan sekedar simbol eksistensi keanggotaan seseorang di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman. Pin dan seragam biru diperoleh satu paket dengan tanggung jawab keilmuan kita sebagai anggota LSBD-HI.</p>
<p>Kang Dicky menekankan tanggung jawab ini di depan apel penutupan pengukuhan bada&#8217; shubuh Ahad, 14 Februari 2010. Ilmu, layaknya pisau bermata dua, dapat digunakan untuk tujuan baik dan buruk. Dan keilmuan LSBD-HI, sesuai ikrar dan janji anggota LSBD-HI haruslah dipergunakan untuk kepentingan ummat.</p>
<p>Segala sesuatu dalam hidup adalah ibadah. Begitu juga ketika kita menggunakan dan mengamalkan keilmuan yang dipelajari dari LSBD-HI. Kelak, semua manusia akan dimintai pertanggungjawaban amal perbuatan dan ibadahnya. Pada saat itu, manusia akan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang harus ia jawab. Dan jawaban kita akan menentukan kualitas dan integritas kita sebagai manusia, dan dalam relasinya dengan manusia lain dan alam sekitarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, pengukuhan bukan sekedar ajang memperoleh pin dan seragam biru. Pengukuhan adalah latihan buat fisik dan mental kita, untuk merenungi dan meresapi tanggung jawab kita sebagai orang berilmu, yang terus menerus mempelajari dan mengamalkan keilmuan yang diperoleh di LSBD-HI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/tanggung-jawab-kita-sebagai-orang-berilmu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips latihan hasil pengamatan kang Gunadiagar olah energi yang kita lakukan lebih optimal</title>
		<link>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/tips-latihan-hasil-pengamatan-kang-gunadiagar-olah-energi-yang-kita-lakukan-lebih-optimal.html</link>
		<comments>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/tips-latihan-hasil-pengamatan-kang-gunadiagar-olah-energi-yang-kita-lakukan-lebih-optimal.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 03:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmatul Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Dalam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asclepius.web.id/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[HI Duren3Pancoran news- Akhir pekan lalu (13-14/02), anggota LSBD-HI di Jabodetabek mengikuti pengukuhan di padepokan, Bandung. Acara dimulai pada pukul delapan malam. Bertindak sebagai inspektur dalam apel pembukaan adalah kang Ilit Saputra (Pelatih Utama). Usai apel, kang Gunadi (Wasdal) memberikan tips latihan bagi HIers yang hadir malam itu.

Tips latihan ini merupakan hasil pengamatan kang Gunadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HI Duren3Pancoran news-</strong> Akhir pekan lalu (13-14/02), <strong>anggota LSBD-HI di Jabodetabek mengikuti pengukuhan di padepokan, Bandung</strong>. Acara dimulai pada pukul delapan malam. Bertindak sebagai inspektur dalam apel pembukaan adalah kang Ilit Saputra (Pelatih Utama). Usai apel, kang Gunadi (Wasdal) memberikan tips latihan bagi HIers yang hadir malam itu.</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<p>Tips latihan ini merupakan hasil pengamatan kang Gunadi selama melatih pasukan khusus di padepokan beberapa bulan belakangan. Intinya adalah perbaikan teknik agar olah energi yang kita lakukan lebih optimal. Sesuatu yang mungkin keliatannya sepele, namun seringkali terlewatkan.</p>
<p>Seperti yang kita ketahui, <strong><em>tenaga dalam berasal dari energi hasil olah metabolisme dalam tubuh. &#8220;Bahan dasar&#8221;nya adalah mitokondria yang berada dalam tiap sel-sel tubuh manusia.</em></strong> Mitokondria ini yang didalamnya mengandung ATP yang kemudian diolah menjadi ADP dan pada akhirnya, menghasilkan energi yang bahkan bisa diukur dalam satuan kilo joule.</p>
<p>Ada tiga cara penyaluran tenaga dalam: pengejangan, penyaluran dengan pikiran dan ketika tubuh dalam kondisi kekurangan oksigen. Salah satu penyebab lepasnya mitokondria dalam tubuh kita adalah ketika tubuh dalam kondisi kekurangan oksigen. Itu sebabnya, teknik pernafasan yang baik adalah yang proses penahanan nafasnya lebih lama dan teknik pengejangan yang tepat.</p>
<p>Fungsi penahanan yang lama adalah metode untuk mengkondisikan tubuh kekurangan oksigen sehingga mampu merangsang mitokondria untuk aktif. Sementara, pengejangan membantu menyalurkan mitokondria yang sudah aktif tersebut.</p>
<p>Namun demikian, teknik pengejangan yang tepat adalah bukan mengejangkan bagian luar dari tubuh. Sebaliknya, teknik pengejangan yang optimal adalah penyaluran dari dalam ke luar. Teknik pengejangan ini selain tidak menyebabkan tubuh menjadi berotot juga melatih kita untuk mengenali dan merasakan bagian dalam tubuh kita sendiri. Bila teknikini dilakukan secara benar, insya Allah energi yang dihasilkan lebih optimal.</p>
<p>Terdengar sulit, namun bukan tidak mungkin untuk dilakukan bila dilatih secara terus-menerus. Demi pengolahan energi yang lebih optimal. Selamat mencoba! <strong>(hsn)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/tips-latihan-hasil-pengamatan-kang-gunadiagar-olah-energi-yang-kita-lakukan-lebih-optimal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lepas sukma</title>
		<link>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/lepas-sukma.html</link>
		<comments>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/lepas-sukma.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 15:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmatul Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asclepius.web.id/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[melepas sukma atau raga sukma itu sebetulnya adalah proses bagaimana kita memaksimalkan fungsi pikiran (otak) kita melebihi kondisi normal (terjaga). salah satu fungsi lepas sukma ini adalah memaksimalkan kemampuan otak untuk melepaskan sinyal gelombang pikiran ketempat dan waktu yang diinginkan. Dengan &#8220;menidurkan&#8221; badan maka diharapkan otak dapat berfungsi lebih maksimal lagi dibanding dlm keadaan terjaga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>melepas sukma atau raga sukma itu sebetulnya adalah proses bagaimana kita memaksimalkan fungsi pikiran (otak) kita melebihi kondisi normal (terjaga). salah satu fungsi lepas sukma ini adalah memaksimalkan kemampuan otak untuk melepaskan sinyal gelombang pikiran ketempat dan waktu yang diinginkan. Dengan &#8220;menidurkan&#8221; badan maka diharapkan otak dapat berfungsi lebih maksimal lagi dibanding dlm keadaan terjaga biasa. ini utk kondisi manusia yang otak yang aktifnya standar 2,5% kaya kita2 tapi kalau otak kita sudah aktif lebih dari 5% maka dalam keadaan sadar pun kita bisa lepas sukma.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/lepas-sukma.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>salurin tenaga dalam ke otak memudahkan raga sukma dan ngimpleng</title>
		<link>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/salurin-tenaga-dalam-ke-otak-memudahkan-raga-sukma-dan-ngimpleng.html</link>
		<comments>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/salurin-tenaga-dalam-ke-otak-memudahkan-raga-sukma-dan-ngimpleng.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 15:08:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmatul Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asclepius.web.id/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[aliran energi (tenaga dalam) ke otak ( lancarnya ) berpengaruh sama kinerja otak saat meraga sukma dan ngimpleng ? karena semakin aliran energi (tenaga dalam) di otak semakin banyak semakin mudah untuk ngimpleng dan melepas sukma. tapi menyalurkan energi (tenaga dalam) ke otak pakai pikiran saja jangan dikejangkan leher dan  kepalanya, takut ada pengaruh bahaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>aliran energi (tenaga dalam) ke otak ( lancarnya ) berpengaruh sama kinerja otak saat meraga sukma dan ngimpleng </strong></em>? karena semakin aliran energi (tenaga dalam) di otak semakin banyak semakin mudah untuk ngimpleng dan melepas sukma. tapi menyalurkan energi (tenaga dalam) ke otak pakai pikiran saja jangan dikejangkan leher dan  kepalanya, takut ada pengaruh bahaya ke syaraf dan otak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/salurin-tenaga-dalam-ke-otak-memudahkan-raga-sukma-dan-ngimpleng.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>software tidak membangkitkan Tenaga Dalam</title>
		<link>http://asclepius.web.id/tenaga-dalam/software-tdk-membangkitkan-tenaga-dalam.html</link>
		<comments>http://asclepius.web.id/tenaga-dalam/software-tdk-membangkitkan-tenaga-dalam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 02:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tenaga Dalam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asclepius.web.id/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[software tidak membangkitkan Tenaga Dalam kaitannya software dengan Tenaga Dalam adalah energi software itu menbutuhkan sebuah &#8216;trigger&#8217; supaya optimal. makanya setelah aktifin contohnya software amygdala dan anti gempa tubuh menjadi lemes dan capek

biarpun kang dicky mengatakan menpergunakan Tenaga Dalam untuk mentransfer software2. tapi benarkan maksudnya itu menambahkan Tenaga Dalam kita? atau proses penyerapan, pembentukan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>software tidak membangkitkan <strong>Tenaga Dalam</strong> kaitannya software dengan Tenaga Dalam adalah energi software itu menbutuhkan sebuah &#8216;trigger&#8217; supaya optimal. makanya setelah aktifin contohnya software amygdala dan anti gempa tubuh menjadi lemes dan capek<br />
<span id="more-20"></span><br />
biarpun kang dicky mengatakan menpergunakan Tenaga Dalam untuk mentransfer software2. tapi benarkan maksudnya itu menambahkan Tenaga Dalam kita? atau proses penyerapan, pembentukan dan transfer software itu sangat rumit dan berat, jadi membutuhkan Tenaga Dalam sebagai mixing dan trigger untuk memberikan kepada para anggota HI.</p>
<p>analogi kita menyerap energi dengan Tenaga Dalam bagus bisa meningkatkan tingkatan Tenaga Metafisika. mentranfers Tenaga Metafisika, tahanan dll yang bagus sambil menyerap energi alam disertai Tenaga Dalam biar padat kepada pasien/orang lain, berarti kita mentransfer Tenaga Dalam kita ke pasien/orang lain donk? ndak khan.</p>
<p>bahwa software tidak meningkatkan Tenaga Dalam, tapi justru Tenaga Dalam menperkuat software adalah pernyataan kang dicky bahwa jangkauan software amygdala ditentukan Tenaga Dalam kita. itu mengindikasikan bahwa Tenaga Dalam tidak mentranfers/memperkuat Tenaga Dalam ketika mentransfer software amygdala, tapi kekuatan software amygdala justru tergantung besar-kecil Tenaga Dalam yang telah kita latih.</p>
<p>saya sangat yakin kang dicky adalah guru yang baik. guru yang baik akan selalu memberikan alat (kail) untuk para muridnya. tidak memberikan ikan atau terima beres. kang dicky sebagai guru yng baik dan bijak selalu mengupdate alat-alat bagi muridnya supaya bisa berlatih lebih baik sesuai kondisi. bukan memberikan &#8220;ikan&#8221; atau &#8220;hasil&#8221;nya sesuai kondisi kepada muridnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asclepius.web.id/tenaga-dalam/software-tdk-membangkitkan-tenaga-dalam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>anak susah makan</title>
		<link>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/anak-susah-makan.html</link>
		<comments>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/anak-susah-makan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 23:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmatul Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asclepius.web.id/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[di mata anak kecil, bermain adalah kesibukan yang mengasyikan. Dan kegiatan mandi, makan dan tidur adalah kegiatan yang menggangu kesibukannya. Jangan buat kesan ada kegiatan yang menggangu, tapi buat kegiatan mandi dan makan menjadi bagian dari bermainnya. Jadi orang tua memang harus kreatif, insya Allah anak akan meniru kreatifitasnya.

Kalau anak minta makanan tapi nggak mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di mata anak kecil, bermain adalah kesibukan yang mengasyikan. Dan kegiatan mandi, makan dan tidur adalah kegiatan yang menggangu kesibukannya. Jangan buat kesan ada kegiatan yang menggangu, tapi buat kegiatan mandi dan makan menjadi bagian dari bermainnya. Jadi orang tua memang harus kreatif, insya Allah anak akan meniru kreatifitasnya.<br />
<span id="more-18"></span><br />
Kalau anak minta makanan tapi nggak mau makan karena, dia cuma ingin menguji apakah orang tuanya masih sayang dia atau tidak. Sesudah diberikan, dia langsung merasa puas karena sudah tahu bahwa orang tuanya masih sayang, makanya tidak dimakan. Persis seperti pola pikir pasangan yang sedang pacaran, &#8220;Sejauh apa dia bersedia berkorban untukku?&#8221;</p>
<p>Solusi menghadapi anak demikian, belikan yang dia minta, begitu dia tidak mau memakannya, simpan. Nanti pada saat dia minta lagi makanan lain, sodorkan lagi makanan yang tadi. Katakan dengan tenang, &#8220;Kan yang tadi diminta belum dimakan. Ade harus tanggung jawab kalau minta dibelikan. Ayah sama Ibu nggak akan belikan makanan lain kalau yang tadi Ade minta nggak dihabiskan.&#8221;<br />
&lt;!&#8211; Begin: http://adsensecamp.com/ &#8211;&gt;<br />
&lt;center&gt;&lt;script src=&#8221;http://adsensecamp.com/show/?id=vxt7aSGxBy4%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=ELngo8X9gc0%3D&amp;type=2&amp;title=CC0000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=0000FF&#8221; type=&#8221;text/javascript&#8221;&gt;<br />
&lt;/script&gt;<br />
&lt;!&#8211; End: http://adsensecamp.com/ &#8211;&gt;&lt;/center&gt;<br />
Biasanya anak akan protes dengan menangis dan tantrum. Sebagai orang tua harus tetap tenang dan tidak bergeming hingga si anak menghabiskan makanan yang tadi diminta. Meski pun tantrumnya bisa berlangsung hingga 2 jam, jangan bergeming. Tetap tenang. Ini adalah biaya yang harus ditempuh untuk mendidik tanggung jawab pada anak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/anak-susah-makan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hikmah mendukung anak saat bermain</title>
		<link>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/hikmah-mendukung-anak-saat-bermain.html</link>
		<comments>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/hikmah-mendukung-anak-saat-bermain.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 11:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmatul Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asclepius.web.id/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[hikmah dari memberikan dukungan penuh pada anak saat dia bermain adalah, nantinya dia akan memperoleh keahlian di bidang-bidang yang dia mainkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hikmah dari memberikan dukungan penuh pada anak saat dia bermain adalah, nantinya dia akan memperoleh keahlian di bidang-bidang yang dia mainkan. Dia tidak akan stress atau bosan bekerja. Mudah memberikan pemahaman bahwa bekerja hanya untuk Allah, bukan untuk nyari uang, dia akan paham karena toh dia suka.<br />
<span id="more-16"></span><br />
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<center><script src="http://adsensecamp.com/show/?id=vxt7aSGxBy4%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=ELngo8X9gc0%3D&#038;type=2&#038;title=CC0000&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=0000FF" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></center><br />
Soal kita dianggap freak, itulah kenapa Prodigy dibuat oleh kang Dicky. Supaya kita yang sudah melihat kenyataan ini jangan sampai lemah dengan berjuang sendiri-sendiri. Jika setiap batang lidi ini bersatu, tidak akan mudah dipatahkan dan orang lain tidak akan mudah menggoyahkan pendirian kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/hikmah-mendukung-anak-saat-bermain.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>segumpal daging adalah hati?</title>
		<link>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/segumpal-daging-adalah-hati.html</link>
		<comments>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/segumpal-daging-adalah-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 11:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmatul Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asclepius.web.id/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[sebenarnya Rasulullah mengikuti gaya penjelasan quran dalam menjelaskan segala sesuatu. Hanya saja penerjemah quran dan hadist-lah yang memasukkan persepsi mereka untuk memudahkan memahaminya, sayangnya langkah ini fatal karena persepsi asal jadi berubah.





Dalam quran itu TIDAK ADA SINONIM, saya tulis dengan kapital karena kesalahan ini yang sering dilakukan penerjemah. Jika quran menyebutkan sesuatu dengan kata yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya Rasulullah mengikuti gaya penjelasan quran dalam menjelaskan segala sesuatu. Hanya saja penerjemah quran dan hadist-lah yang memasukkan persepsi mereka untuk memudahkan memahaminya, sayangnya langkah ini fatal karena persepsi asal jadi berubah.<br />
<span id="more-12"></span><br />
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<center><script src="http://adsensecamp.com/show/?id=vxt7aSGxBy4%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=ELngo8X9gc0%3D&#038;type=2&#038;title=CC0000&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=0000FF" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></center><br />
Dalam quran itu TIDAK ADA SINONIM, saya tulis dengan kapital karena kesalahan ini yang sering dilakukan penerjemah. Jika quran menyebutkan sesuatu dengan kata yang berbeda, maka seharusnya hal yang dimaksud juga berbeda. Meskipun jika dilihat dari terjemahnya sama saja.</p>
<p>Kemudian menerjemahkan quran seharusnya terjemahkan apa adanya saja. Jika kata-kata aslinya menggantung, ya terjemahkan secara menggantung juga. Contohnya; &#8220;Al Aadiyat&#8221;. Jika diterjemahkan apa adanya, &#8220;sesuatu yang melesat cepat&#8221;. Tapi oleh penerjemah dan ahli tafsir diterjemahkan menjadi &#8220;kuda perang yang berlari kencang&#8221;. Jadi berbeda kan?</p>
<p>Nah, rasulullah hanya mengatakan &#8220;ada segumpal daging&#8221;, maksud dia bukan hati nurani atau hati (lever). Jika maksudnya hati nurani, maka dia tidak akan memulai dengan &#8220;segumpal daging&#8221;. Segumpal daging berarti sesuatu yang ada fisiknya, sedang hati nurani tidak ada fisiknya. Jadi ada kemungkinan hadist tersebut mengalami penambahan di tengah jalan sehingga muncullah kata &#8220;hati&#8221; pada akhirnya.<br />
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<center><script src="http://adsensecamp.com/show/?id=vxt7aSGxBy4%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=ELngo8X9gc0%3D&#038;type=2&#038;title=CC0000&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=0000FF" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></center></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/segumpal-daging-adalah-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lepas sukma, mata batin dan ngimpleng</title>
		<link>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/lepas-sukma-mata-batin-dan-ngimpleng.html</link>
		<comments>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/lepas-sukma-mata-batin-dan-ngimpleng.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 11:02:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmatul Iman]]></category>
		<category><![CDATA[lepas sukma]]></category>
		<category><![CDATA[mata batin]]></category>
		<category><![CDATA[ngimpleng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asclepius.web.id/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[tenaga metafisika raga sukma atau lepas sukma, hanyalah melepaskan semacam probe atau bunshin (istilah di film naruto) yang dikendalikan penuh oleh pikiran. Pada probe ini tersimpan mata tersendiri, kita bisa langsung melihat dari sudut pandang probe. Tersimpan juga semua program Tenaga Metafisika yang kita punya. Karena dikendalikan oleh pikiran dan melihat dari matanya, maka kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tenaga metafisika raga sukma atau lepas sukma, hanyalah melepaskan semacam probe atau bunshin (istilah di film naruto) yang dikendalikan penuh oleh pikiran. Pada probe ini tersimpan mata tersendiri, kita bisa langsung melihat dari sudut pandang probe. Tersimpan juga semua program Tenaga Metafisika yang kita punya. Karena dikendalikan oleh pikiran dan melihat dari matanya, maka kita akan merasa seperti tubuh kita yang sedang jalan jalan.<span id="more-8"></span><br />
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<center><script src="http://adsensecamp.com/show/?id=vxt7aSGxBy4%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=ELngo8X9gc0%3D&#038;type=2&#038;title=CC0000&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=0000FF" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></center><br />
Soal cara mengendalikan dan cara pulangnya harus dilatih dan dipraktekkan langsung dulu, tidak bisa diteorikan dahulu. Tapi kalau penasaran seperti apa melepas sukma itu, prosesnya sama persis dengan bermimpi. Karena bermimpi itu ya lepas sukma, ya ngimpleng juga, bedanya hanya di kemampuan mengendalikannya saja. Saya sendiri masih tahap belajar ngimpleng dan lepas sukma.<br />
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<center><script src="http://adsensecamp.com/show/?id=vxt7aSGxBy4%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=ELngo8X9gc0%3D&#038;type=2&#038;title=CC0000&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=0000FF" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></center><br />
Bagi teman teman yang sedang berlatih ngimpleng, mata batin, lepas sukma, janganlah cepat merasa bete jika belum berhasil, atau cepat merasa puas saat melihat gambar. Pendeknya sih lempeng aja. Perasaan cepat bete dan puas ini akan mengacaukan data yang sudah tersimpan dalam otak, akibatnya adalah harus berlatih jauh lebih lama lagi untuk mencapai tahap paling objektifnya. Tempuh saja prosesnya jika dengan kondisi Tenaga Dalam.  saat ini, butuh misalnya 5 tahun untuk menyempurnakan kemampuan ngimpleng/mata batin/lepas sukma, yang penting sudah mau berlatih.</p>
<p>sandi nugroho</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asclepius.web.id/hikmatul-iman/lepas-sukma-mata-batin-dan-ngimpleng.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
