Tulisan ini kiriman dari teh Indri Bourne yg sudah baik hati mau berbagi pengalaman dengan kita semua. Mohon ijin sebelumnya diedit oleh tim redaksi HI Velodrome
Teknik Nafas dengan Hentakan
Ada pengalaman baru yang menarik dari latihan gabungan (latgab) yang diadakan di Bandung kemarin. Latgab diawali dengan teknik nafas perut-diafragma yang dilanjutkan dengan jurus Air 1, dan Angin 1. Setelah itu, hawa yang sudah mulai terbangkitkan disalurkan ke tangan dan kaki, dengan memanfaatkan hentakan.
Caranya, tarik nafas diafragma, tahan, dan ketika membuang nafas, salurkan pada tendangan lembut, lalu hentakan kaki, dibantu pinggang dengan posisi miring, dan disambung pukulan lembut juga. Yang ditekankan di sini bukan serangannya, melainkan penyalurannya. Setelah itu, melakukan gerakan melompat dalam posisi push-up dari bawah, dan melompat ke depan. Nafas yang digunakan adalah nafas dada dan penyaluran difokuskan ke telapak tangan.
Yang Baru: Amigdala Level 2 dan Reality Show Memberantas Pornografi
Pada latgab kemarin, Kang Dicky juga mengtransfer software baru, yaitu Amigdala level kedua dan semua software. Pesan Kang Dicky, Amigdala dan software lainnya perlu digunakan karena pasti ada manfaatnya untuk umat. Spesial pesan untuk para laki-laki yang masih senang “melihat aurat”, KD berpesan, “Berhentilah, karena itu akan mempersulit terbukanya mata batin.”
Di kesempatan yang sama, juga diumumkan mengenai rencana acara Reality Show yang akan dibuat KD dalam rangka pemberantasan pornografi. Teknis lebih lanjutnya belum begitu di bahas secara detail, namun akan melibatkan HI-ers. Kemungkinan akan ditayangkan di Trans TV atau Trans 7. Sempat dibahas juga mengenai konsep acara MDL yang memasukkan elemen psikolognya dan membuat pesan dari acara itu tidak tersampaikan dengan baik.
Lillahita’ala
Materi terakhir yang dibahas dalam Latgab adalah mengenai konsep “Lillahita’ala”. Diskusi diawali dengan sebuah pertanyaan pada Kang Dicky, “Kalau Ulama Acuan KD itu siapa?” Jawaban KD adalah, “Pertama, kita harus tau dulu konsep Ulama itu apa. Ulama itu orang berilmu. Jadi intinya mereka hanya bisa kita jadikan tempat diskusi dan menambah wawasan, sementara acuan kita itu tetap Nabi Muhammad SAW. Karena ketika kita bersyahadat, disebutkan ‘waasyha duanna Muhammadurosulullah’.
Semoga pesan sederhana dan singkat ini bisa menjadi bahan refleksi kita untuk tetap berlatih, peka terhadap realitas di sekitar dan tetap berpegang teguh pada apa yang menjadi pedoman utama bagi seorang muslim. Terima kasih buat teh Indri yang sudah mau berbagi cerita dengan kita semua!